Image of Berbagi kebahagiaan : mengenal maqam-maqam tasawuf

Text

Berbagi kebahagiaan : mengenal maqam-maqam tasawuf



Sekitar 25 tahun yang lalu, hampir tidak ada orang tertarik dengan tema-tema pengajian yang diampu K.H. Abdul Syakur Yasin. Alim yang akrab dipanggil Buya Syakur ini ditinggalkan jamaah lantaran tidak pernah berceramah soal pahala dan surga. Dia selalu menekankan pada ikhtiar untuk mengenal Allah lebih dekat dalam pengajiannya. Seiring dengan semakin luasnya jangkauan ceramah Buya Syakur, sebagai dampak dari kemajuan teknologi informasi, wawasan jamaah pun perlahan mulai terbuka, paham apa yang sebenarnya Buya sampaikan melalui ceramah-ceramahnya. Dia tidak pernah berkisah tentang surga karena dia belum pernah kesana. Dia ingin menyampaikan yang pasti-pasti saja, yang bisa ditangkap nalar dan akal. Dia ingin memberikan alternatif wacana kepada umat agar dalam berhubungan dengan Allah Swt. terlepas dari segala motivasi transaksional. Ibadah murni ibadah, sebagai bentuk penghambaan manusia kepada-Nya, bukan ibadah lantaran “ada maunya”. Gegara “ada mau” inilah manusia sering tidak tulus dalam menghamba kepada Allah. Ingin masuk surga, ingin dapat pahala, ingin mendapatkan kemudahan hidup di dunia adalah deretan keinginan yang justru membebani manusia itu sendiri dalam membangun relasi dengan Tuhan dan makhluk-Nya. Gara-gara merasa terbebani itulah manusia jadi lupa berbahagia.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
297.52 SYA b
Penerbit Pustaka IIMaN : Tangerang.,
Deskripsi Fisik
xvi, 366 halaman ; 21 cm
Bahasa
English
ISBN/ISSN
978-602-8648-35-6
Klasifikasi
297.52
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan I, Mei 2021
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog